Akurat, Kenapa Hasil Ovulasi Test Strip Invalid?

Ingin cepat hamil? Tentu saja Anda perlu mengetahui kapan waktu subur. Anda bisa menghitung siklus haid Anda jika memang itu teratur. Sementara, apabila tidak teratur, bisa menghitung masa siklus datang bulan yang paling pendek. Ribet? Tenang saja, karena sekarang Anda bisa memakai ovulasi test strip untuk mengetahui kapan waktu subur Anda.

Memakai ovulasi test strip untuk mengetahui masa subur memang sangat simpel. Anda cukup menampung urine dalam sebuah wadah yang bersih atau steril, dan waktu terbaik adalah antara jam 10 pagi hingga jam 8 malam. Jadi, bukan urine pertama di pagi hari setelah bangun tidur. Tips yang perlu diperhatikan, sebaiknya mengurangi minum sekitar 2 jam sebelum memakai ovulasi test strip agar hasil bisa lebih akurat.

Setelah urine siap, Anda bisa menyobek sachet atau kemasan ovulasi test strip dan ambil alat ovulasi test strip. Kemudian, celupkan ujung ovulasi test strip ke dalam urine yang sudah Anda tampung dan tidak boleh melewati batas garis MAX, selama sekitar 5 detik (ada beberapa produk ovulasi test strip yang menyarankan mencelupkan lebih lama). Setelah itu, angkat ovulasi test strip dan amati garis yang akan muncul selama kurang lebih 5 hingga 10 menit.

Kenapa Tes Gagal?

Lalu, bagaimana setelah menggunakan ovulasi test strip, tetapi hasil yang ditunggu tidak muncul? Ini berarti tes tersebut tidak valid atau gagal. Ada beberapa penyebab kenapa hasil tes ini invalid. Penyebab pertama, dan paling sering, adalah urine yang dibutuhkan untuk uji tidak cukup meresap pada ovulasi test strip. Selain itu, bisa juga karena mencelupkan ovulasi test strip melebihi batas yang ditentukan, atau ovulasi test strip tidak langsung dipakai sesaat setelah kemasan atau wadah dibuka. 

Tips Agar Hasil Tes Valid

Untuk menghindari kegagalan tes, pastikan untuk membaca petunjuk penggunaan ovulasi test strip secara tepat, karena beda produk, biasanya akan beda cara kerjanya. Selain itu, lakukan pengujian dengan ovulasi test strip minimal dua hari sebelum masa ovulasi. Misalnya, jika merasa ovulasi mungkin terjadi Sabtu, maka bisa memakai ovulasi test strip pada hari Kamis. Jika tidak yakin dengan masa ovulasi, bisa memanfaatkan kalkulator ovulasi online.

Tips lain agar hasil tes semakin valid adalah memperbanyak pengujian. Misalnya, jika tes memakai ovulasi test strip dilakukan selama 5 hari, kemungkinan untuk memperkirakan masa ovulasi bisa mencapai 80 persen. Sementara, jika ovulasi test strip dipakai selama 10 hari misalnya, maka persentase kemungkinan bisa naik menjadi 95 persen. Sebagai info, ovulasi test strip bisa digunakan kapan saja. Selain itu, ovulasi test strip juga dapat digunakan pada waktu yang sama setiap harinya.