Mengenal Sistem Bisnis Secara Multichannel dengan Omnichannel

Pada era digital seperti sekarang, bisnis menjadi lebih mudah untuk dilakukan. Baik itu perorangan atau perusahaan dapat menawarkan barang dan jasanya lebih praktis dan luas. Oleh karena itulah semua orang berlomba-lomba menawarkan produknya secara online, baik itu dengan sistem multi channel maupun omnichannel. Apa perbedaan kedua sistem ini? Mari simak penjelasannya :

  1. Multichannel

Dalam sistem manajemen marketplace multichannel ini, para pebisnis menggunakan berbagai channel platform seperti media sosial, website, iklan berbayar, dsb untuk menjangkau pelanggannya. Dengan kata lain pebisnis membuat lebih dari 1 lapak online untuk berjualan. Harapannya tentu dengan mencakup semua platform, respon dari pelanggan juga semakin banyak dan semakin luas dikenal. 

Salah 1 platform paling sederhana yang digunakan dalam sistem multichannel adalah media sosial.  Platform ini paling sering dikunjungi oleh banyak orang sehingga memperbesar kesempatan produk yang anda jual untuk terekspose. Selain itu tentu saja karena platform ini gratis. Biasanya dalam menawarkan produk lewat media sosial ini, sang penjual juga akan mencantumkan nomor kontak pribadinya. Dengan demikian calon konsumen bisa memilih mau menghubungi lewat chat media sosial atau lewat nomor pribadi tersebut.

Jika anda memilih sistem ini maka konsekuensinya anda harus rajin-rajin mengecek ada tidaknya respon yang masuk. Tentu kecepatan anda merespon akan menjadi salah 1 parameter kepuasan dan kepercayaan konsumen pada toko online yang anda punya. Sistem ini masih memungkinkan untuk dilakukan apabila skala toko anda masih kecil. Namun anda akan semakin kerepotan bila toko semakin berkembang. Respon makin banyak dan anda belum tentu bisa mengurus semuanya hari itu juga.  Oleh karena itulah pada toko-toko yang sudah berskala cukup besar biasanya mereka juga akan mempekerjakan admin untuk mengurus respon yang masuk beserta transaksinya. Namun bukan berarti adanya admin membuat segala sesuatunya sudah bebas dari kendala. Salah 1 kelemahan dari sistem multi channel adalah tiap platform tidak terintegrasi satu dengan yang lain. Bisa saja terjadi kesalahpahaman antar admin misalnya pada ketersediaan stok barang dan harga yang tertera. Misinformasi seperti itu dapat membuat calon konsumen dapat meragukan kredibilitas kita sebagai pedagang. 

  1. Omnichannel

Sistem yang 1 ini merupakan pengembangan dari multichannel yang memungkinkan manajemen marketplace multichannel anda lebih sistematis. Disebut lebih sistematis karena semua aktivitas penjualan di tiap platform mulai dari respon, transaksi, hingga barang diterima semuanya tercatat dalam 1 sistem aplikasi. Lebih mudahnya dapat kita katakan sistem ini merupakan manajemen marketplace multichannel 1 pintu. Dengan demikian anda tidak perlu repot-repot untuk mengecek semua platform toko online yang anda punya. Cukup dengan 1 aplikasi yang mampu menghubungkan 1 dengan yang lain, anda sudah bisa mengurus semuanya dengan lebih praktis.Update yang anda lakukan baik itu stok ataupun harga akan langsung tersinkronisasi dengan semua platform.